Rabu, 16 Oktober 2013

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KOROSI



DAFTAR ISI
BAB I           PENDAHULUAN
a.      LATAR BELAKANG MASALAH
b.      RUMUSAN MASALAH
c.       TUJUAN PENELITIAN
d.      MANFAAT PENELITIAN
BAB II         TINJAUAN PUSTAKA
BAB III        METODE PENELITIAN
a.      ALAT DAN BAHAN
b.      CARA KERJA
BAB IV        HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V         PENUTUP
a.      KESIMPULAN
b.      SARAN





BAB I
PENDAHULUAN
a.      LATAR BELAKANG MASALAH
Korosi dalam istilah sehari-hari kita kenal sebagai peristiwa perkaratan.Korosi ini sebenarnya Merupakan peristiwa oksidasi logam oleh gas oksigen yang ada di udara membentuk oksidanya. Proses korosi banyak menimbulkan masalah pada barang-barang yang terbuat dari besi walaupun logam-logam lain (kecuali logam mulia) dapat juga mengalami korosi.Jadi jelas korosi dikenal sangat merugikan.
Korosi merupakan sistem termodinamika logam dengan lingkungannya, yang berusaha untuk mencapai kesetimbangan. Sistem ini dikatakan setimbang bila logam telah membentuk oksida atau senyawa kimia lain yang lebih stabil. Pencegahan korosi merupakan salah satu masalah penting dalam ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
Besi adalah salah satu dari banyak jenis logam yang penggunaannya sangat luas dalam kehidupan sehari-hari.Namun kekurangan dari besi ini adalah sifatnya yang sangat mudah mengalami korosi. Padahal besi yang telah mengalami korosi akan kehilangan nilai jual da fungsi komersialnya. Ini tentu saja akan merugikan sekaligus membahayakan. Berdasarkan dari asumsi tersebut, percobaan ini difokuskan dalam upaya pencegahan terjadinya peristiwa korosi ini khususnya pada besi..
Proses perkaratan pada besi dapat berlanjut terus sampai seluruh bagian dari besi hancur. Hal ini disebabkan oksida-oksida besi yang terbentuk pada peristiwa awal korosi akan menjadi katalis (otokatalis) pada peristiwa korosi selanjutnya.

b.      RUMUSAN MASALAH
Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan maka beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan dan akan dibahas dalam laporan  ini adalah :
1.      Apa faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi/perkaratan pada besi?
2.      Bagaimana proses terjadinya perkaratan pada besi?

c.       TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian dan penulisanlaporan ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi (karat) besi.
2.      Untuk mengetahui paku yang lebih cepat dan banyak perkaratannya

1.      MANFAAT PENELITIAN
Dengan dilakukannya penelitian ini, maka diharapkan akan diperoleh manfaat sebagai berikut :
1.      Dapat mengetahui sifat dari berbagai bahan terhadap besi.
2.      Dapat menambah informasi mengenai korosi (karat).
3.      Dapat menambah pengetahuan tentang larutan elektrolit.
4.      Dapat melatih siswa agar terampil dalam melakukan kegiatan praktikum.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Korosi
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
Sebagian orang mengartikan korosi sebagai karat, yakni sesuatu yang hampir dianggap sebagai musuh umum masyarakat. Karat (rust) adalah sebutan yang belakangan ini hanya dikhususkan bagi korosi pada besi, padahal korosi merupakan gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam.Walaupun besi bukan logam pertama yang dimanfaatkan oleh manusia, tidak perlu diingkari bahwa logam itu paling banyak digunakan, dan karena itu, paling awal menimbulkan masalah korosi serius. Karena itu tidak mengherankan bila istilah korosi dan karat hampir dianggap sinonim (Chamberlain, 1991).
Reaksi reduksi oksidasi merupakan reaksi yang disertai pertukaran elektron antara pereaksi, yang menyebabkan keadaan oksidasi berubah. Dari sejarahnya, istilah oksidasi diterapkan untuk proses-proses dimana oksigen diambil oleh suatu zat. Maka reduksi dianggap sebagai proses dimana oksigen diambil dari dalam suatu zat. Kemudian pengangkapan hidrogen juga disebut reduksi, sehingga kehilangan hidrogen harus disebut dengan oksidasi. Sekali lagi reaksi-reaksi lain dimana baiik oksigen maupun hidrogen yang tidak ambil bagian belum bisa dikelompokkan sebagai oksidasi atau reduksi sebelum definisi oksidasi dan reduksi yang paling umum, yang didasarkan pada pelepasan dan pengambilan elektron, disusun orang (Svehla, 1990).
Korosi dapat digambarkan sebagai sel galvanik yang mempunyai hubungan pendek dimana beberapa daerah permukaan logam bertindak sebagai katoda dan lainnya sebagai anoda, dan rangkaian listrik dilengkapi oleh aliran electron menuju besi itu sendiri. Sel elektrokimia terbentuk pada bagian logam dimana terdapat pengotor atau di daerah yang terkena tekanan (Oxtoby, dkk., 1999).
Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.
Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
Fe(s)<--> Fe2+(aq) + 2e
Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.
O2(g) + 4H+(aq) + 4e <--> 2H2O(l)
atau
O2(g) + 2H2O(l) + 4e <--> 4OH-(aq)
Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu.
Besi yang murni adalah logam yang berwarna putih perak yang kukuh dan liat. Ia melebur pada suhu 1535oC. Jarang terdapat besi komersial yang murni, biasanya besi mengandung sejumlah kecil karbida, silsida, fosfida, dan sulfida dari besi, serta sedikit grafit. Zat-zat pencemar ini memainkan peranan penting dalam kekuatan struktur besi. Berbeda dengan tembaga, tembaga adalah logam merah muda, yang lunak, dapat ditempa, dan liat. Melebur pada 1038o+C. Karena potensial elektroda standarnya positif, ia tidak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan adanya oksigen ia bisa larut sedikit (Svehla, 1990).
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawabesi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).
Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektrode lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.
    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Korosi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi suatu logam dapat terkorosi dan kecepatan laju korosi suatu logam. Suatu logam yang sama belum tentu mengalami kasus korosi yang sama pula pada lingkungan yang berbeda. Begitu juga dua logam pada kondisi lingkungan yang sama tetapi jenis materialnya berbeda, belum tentu mengalami korosi yanga sama. Dari hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi korosi suatu logam, yaitu faktor metalurgi dan faktor lingkungan.
1.        Faktor Metalurgi
      Faktor metalurgi adalah pada material itu sendiri. Apakah suatu logam dapat tahan terhadap korosi, berapa kecepatan korosi yang dapat terjadi pada suatu kondisi, jenis korosi apa yang paling mudah terjadi, dan lingkungan apa yang dapat menyebabkan terkorosi, ditentukan dari faktor metalurgi tersebut.
Yang termasuk dalam faktor metalurgi antara lain :
a.       Jenis logam dan paduannya
                Pada lingkungan tertentu, suatu logam dapat tahan tehadap korosi.Sebagai contoh, aluminium dapat membentuk lapisan pasif pada lingkungan tanah dan air biasa, sedangkan Fe, Zn, dan beberapa logam lainnya dapat dengan mudah terkorosi.
b.       Morfologi dan homogenitas
                Bila suatu paduan memiliki elemen paduan yang tidak homogen, maka paduan tersebut akan memiliki karakteristik ketahanan korosi yang berbeda-beda pada tiap daerahnya.
c.        Perlakuan panas
                Logam yang di-heat treatment akan mengalami perubahan struktur kristal atau perubahan fasa. Sebagai contoh perlakuan panas pada temperatur 500-800 0C terhadap baja tahan karat akan menyebabkan terbentuknya endapan krom karbida pada batas butir. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya korosi intergranular pada baja tersebut. Selain itu, beberapa proses heat treatment menghasilkan tegangan sisa. Bila tegangan sisa tesebut tidak dihilangkan, maka dapat memicu terjadinya korosi retak tegang.

d.      Sifat mampu fabrikasi dan pemesinan
                Merupakan suatu kemampuan material untuk menghasilkan sifat yang baik setelah proses fabrikasi dan pemesinan. Bila suatu logam setelah fabrikasi memiliki tegangan sisa atau endapan inklusi maka memudahkan terjadinya retak.

2.       Faktor Lingkungan
Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi korosi antara lain:
a.       Komposisi kimia
Ion-ion tertentu yang terlarut di dalam lingkungan dapat mengakibakan jenis korosi yang berbeda-beda.Misalkan antara air laut dan air tanah memiliki sifat korosif yang berbeda dimana air laut mengandung ion klor yang sangat reaktif mengakibatkan korosi.Gambar berikut menunjukkan pengaruh komposisi elemen paduan terhadap ketahan korosi terhadap paduan tembaga.
b.      Konsentrasi
Konsentrasi dari elektrolit atau kandungan oksigen akan mempengaruhi kecepatan korosi yang terjadi. Pengaruh konsentrasi elektrolit terlihat pada laju korosi yang berbeda dari besi yang tercelup dalam H2SO4 encer atau pekat, dimana pada larutan encer, Fe akan mudah larut dibandingkan dalam H2SO4 pekat. Pengaruh konsentrasi terhadap laju korosi dapat dilihat pada gambar berikut.
        Suatu logam yang berada pada lingkungan dengan kandungan O2 yang berbeda akan terbagi menjadi dua bagian yaitu katodik dan anodik. Daerah anodik terbentuk pada media dengan konsentrasi O2 yang rendah dan katodik terbentuk pada media dengan konsentrasi O2 yang tinggi.
c.       Temperatur
Pada lingkungan temperatur tinggi, laju korosi yang terjadi lebih tinggi dibandingkan dengan temperatur rendah, karena pada temperatur tinggi kinetika reaksi kimia akan meningkat.
Gambar berikut menunjukkan pengaruh temperatur terhadap laju korosi pada Fe. Semakin tinggi temperatur, maka laju korosi akan semakin meningkat, namun menurunkan kelarutan oksigen. Sehingga pada suatu sistem terbuka, diatas suhu 800C, laju korosi akan mengalami penurunan karena oksigen akan keluar sedangkan pada suatu sistem tertutup, laju korosi akan terus menigkat karena adanya oksigen yang terlarut.

d.    Gas, cair atau padat
          Kandungan kimia di medium cair, gas atau padat berbeda-beda. Misalkan pada gas, bila lingkungan mengandung gas asam, maka korosi akan mudah terjadi (contohnya pada pabrik pupuk). Kecepatan dan penanganan korosi ketiga medium tersebut juga dapat berbeda-beda.Untuk korosi di udara, proteksi katodik tidak dapat dilakukan, sedangkan pada medium cair dan padat memungkinkan untuk dilakukan proteksi katodik.
e.       Kondisi biologis
        Mikroorganisme seperti bakteri dan jamur dapat menyebabkan terjadinya korosi mikrobial terutama sekali pada material yang terletak di tanah.Keberadaan mikroorganisme sangat mempengaruhi konsentrasi oksigen yang mempengaruhi kecepatan korosi pada suatu material.




2.            Teori Ion Svante August Arrhenius 
Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik?Penjelasan tentang permasalahan di atas pertama kali dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859 – 1927) dari Swedia saat presentasi disertasi PhD-nya di Universitas Uppsala tahun 1884. 
Menurut Arrhenius, zat elektrolit dalam larutannya akan terurai menjadi partikel-partikel yang berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ion. Ion yang bermuatan positif disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif dinamakan anion.  
Peristiwa terurainya suatu elektrolit menjadi ion-ionnya disebut proses ionisasi. Ion-ion zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya.Sedangkan zat nonelektrolit ketika dilarutkan dalam air tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik. 
Hal inilah yang menyebabkan larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan:  
1. Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena zat elektrolit dalam larutannya terurai menjadi ion-ion bermuatan listrik dan ion-ion tersebut selalu bergerak bebas.  
2. Larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat nonelektrolit dalam larutannya tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik. Zat elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena telah terionisasi menjadi ion-ion bermuatan listrik.Zat nonelektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutannya tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak terionisasi menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul.  






BAB III
METODE PENELITIAN
a.      ALAT DAN BAHAN
-          Gelas plastic bening sebanyak 8 buah
-          Paku besi yang tidak berkarat sebanyak 8 buah
-          Plastic bening
-          Karet gelang
-          Larutan cuka
-          air

b.      CARA KERJA
1.      susunlah rangkaian percobaan dengan 8 buah gelas plastic seperti gambar berikut :
 2.      Amati keadaan paku setiap hari selama 2 minggu
3.      Catatlah setiap perubahan yang terjadi


BAB IV       
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    HASIL
PENGKONDISIAN OBJEK :
Label gelas
Pengkondisian
A
Paku diletakkan di dalam gelas terbuka (tanpa air)
B
Paku diletakkan di dalam gelas terbuka berisi air dan paku dibiarkan tenggelam sepenuhnya.
C
Paku diletakkan di dalam gelas terbuka berisi air, tetapi posisi paku diatur sedemikian rupa sehingga paku hanya terendam sebagian.
D
Paku diletakkan dalam gelas terbuka berisi larutan cuka (CH3COO), dan paku dibiarkan dalam keadaan tenggelam
E
Paku diletakkan dalam gelas kosong yang tertutup
F
Paku diletakkan dalam gelas tertutup berisi air dan paku dibiarkan tenggelam.
G
Paku diletakkan dalam gelas tertutup berisi air, akan tetapi posisi paku diatur sedemikian rupa sehingga paku hanya terendam sebagian.
H
Paku diletakkan dalam gelas tertutup berisi larutan cuka (CH3COO).




HARI KE-1

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Tidak terjadi perkaratan pada paku. Tidak terjadi perubahan apapun.
G. B
Terjadi sedikit perkaratan. Sebagian karat menempel pada paku dan sebagian lagi larut dalam air. Warna air mulai berubah menjadi kuning kecoklatan.
G. C
Mulai terjadi perkaratan pada bagian yang terendam air, sedangkan bagian yang tidak terendam masih dalam kondisi awalnya. Air mulai berubah menjadi kekuningan
G. D
Tidak terjadi perkaratan. Air cuka masih dalam keadaan bening.
G. E
Tidak terjadi perkaratan. Paku masih dalam kondisi awalnya.
G. F
Mulai terjadi perkaratan. Sebagian karat menempel pada paku, dan sebagian lagi larut dalam air. Air mulai berubah menjadi kuning kecoklatan, tetapi warna air lebih muda jika dibandingkan dengan gelas B
G. G
Terjadi sedikit perkaratan pada bagian yang terendam. Air berubah menjadi bening, tetapi warna air tersebut lebih muda jika dibandingkan gelang gelas C.
G. H
Tidak terjadi perkaratan. Paku terlihat sangat bersih dan seperti baru. Paku terlihat lebih bersih daripada paku pada paku pada gelas D.






HARI KE-2

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Mulai terjadi sedikit perkaratan pada paku.
G. B
Karat semakin banyak. Warna air semakin menua (mendekati coklat muda)
G. C
Karat pada bagian yang terendam semakin banyak, tetapi bagian yang terendam belum mengalami perkaratan.
G. D
Paku terlihat makin bersih dibanding hari sebelumnya.
G. E
Mulai terjadi sedikit perkaratan
G. F
Karat semakin banyak, tetapi karat tersebut lebih banyak yang larut dalam air dibanding dengan yang menempel di paku. Warna airnya  sudah mencapai coklat bahkan lebih coklat jika dibandingkan dengan warna air pada gelas B.
G. G
Hanya bagian yang terendam yang mengalami perkaratan dan jumlah karat mulai bertambah dibanding hari sebelumnya. Bagian yang tidak terendam belum mengalami perkaratan.
G. H
Paku terlihat semakin bersih disbanding hari sebelumnya.





HARI KE-3

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Bercak-bercak karat mulai terlihat semakin jelas pada paku.
G. B
Warna air semakin coklat. Karat pada paku semakin banyak. Terlihat sedikit endapan karat pada dasar gelas.
G. C
Pada bagian yang terendam karat semakin banyak dan warna air terlihat semakin tua karena karat yang larut dalam air semakin banyak. Pada bagian yang tidak terendam mulai tampak sedikit bercak-bercak karat.
G. D
Paku terlihat semakin bersih dan warnanya terlihat sedikit mengalami penuaan (menjadi abu-abu kehitaman).
G. E
Bercak-bercak karat mulai tampak jelas pada paku.
G. F
Karat semakin bertambah banyak. Karat yang larut di dalam air juga semakin banyak. Warna air semakin tua dan terlihat sedikit endapan karat pada dasar gelas.
G. G
Bagian yang tidak terendam sudah mulai mengalami sedikit perkaratan. Pada bagian yang terendam, karat semakin banyak sehingga menyebabkan air semakin berwarna coklat.
G. H
Paku terlihat semakin bersih dan menghitam.



HARI KE-4

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat mulai menyebar hampir keseluruh bagian paku, tetapi masih berupa bercak-bercak.
G. B
Karat semakin banyak. Warna air semakin coklat. Endapan karat di dasar gelas mulai bertambah.
G. C
Karat yang menempel pada paku yang terendam maupun karat yang larut dalam air semakin bertambah banyak. Warna air semakin mencoklat. Pada bagian yang tidak terendam pertambahan karat juga terjadi.
G. D
Paku terlihat semakin hitam dan bersih. Tak ada ditemukan karat.
G. E
Karat bertambah banyak dan menyebar keseluruh bagian paku. Namun tidak terlalu jelas terlihat karena masih berupa bercak-bercak.
G. F
Air semakin coklat dan terlihat mulai memekat. Endapan pada dasar gelas juga semakin banyak.
G. G
Pada bagian yang tidak terendam karat mulai semakin tampak. Pada bagian yang terendam karat semakin banyak dan karat yang larut dalam air pun juga semakin banyak, mulai terlihat sedikit endapan karat pada dasar gelas.
G. H
Paku semakin menghitam. Tidak ditemukan adanya karat.



HARI KE-5

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat terlihat semakin jelas dan semakin banyak
G. B
Karat semakin banyak. Warna air semakin coklat dan air mulai terlihat memekat. endapan pada dasar gelas semakin banyak.
G. C
Karat pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam semakin bertambah banyak. Air mulai sedikit memekat. Warna air semakin coklat. Endapan pada dasar gelas sudah terlihat.
G. D
Paku semakin menghitam. Tidak ditemukan adanya karat. Air cuka tetap bening.
G. E
Karat mulai bertambah dan terlihat semakin jelas.
G. F
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin coklat. Air mulai terlihat memekat. Endapan pada dasar gelas semakin bertambah.
G. G
Pertambaha karat terjadi pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin coklat dan endapan pada dasar gelas mulai semakin tampak. Air mulai sedikit memekat.
G. H
Paku terlihat makin hitam. Tak ada karat.




HARI KE-6

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat semakin banyak
G. B
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin coklat dan air mulai terlihat semakin memekat. Andapan pada dasar gelas juga semakin banyak.
G. C
Karat pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam semakin bertambah banyak. Air mulai semakin memekat. Warna air semakin coklat dan terlihat kotor. Endapan pada dasar gelas mulai bertambah.
G. D
Paku semakin menghitam dan bertambah bersih
G. E
Karat semakin jelas dan bertambah pada seluruh bagian paku
G. F
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin coklat dan terlihat kotor. Air mulai memekat. Endapan pada dasar gelas semakin bertambah.
G. G
Perkaratan semakin bertambah pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin coklat. Endapan juga terlihat semakin banyak. Air memekat.
G. H
Paku terlihat semain bersih dan semakin hitam.





HARI KE-7

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat terlihat semakin banyak pada seluruh permukaan paku, tetapi karat yang terbentuk ini masih berupa lapisan tipis.
G. B
Karat semakin bertambah banyak dan warna air semakin coklat serta air mulai terlihat semakin memekat. Andapan pada dasar gelas juga semakin banyak. Selain itu, paku mulai terlihat keropos.
G. C
Karat pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam semakin bertambah banyak. Air semakin memekat. Warna air semakin coklat dan tampak kotor. Endapan pada dasar gelas semakin bertambah.
G. D
Paku terlihat semakin bersih dan warnanya juga menjadi semakin hitam
G. E
Paku semakin terlihat jelas dan juga bertambah banyak
G. F
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin coklat dan terlihat kotor. Air mulai memekat. Endapan pada dasar gelas semakin bertambah. Paku terlihat mulai keropos.
G. G
Perkaratan semakin bertambah pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin coklat dan nampak kotor. Endapan juga terlihat semakin banyak. Air semakin pekat.
G. H
Paku mengitam dan tak ditemukan karat.



HARI KE-8

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat terlihat semakin banyak dan membentuk lapisan yang cukup tebal pada beberapa bagian paku
G. B
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin coklat dan air semakin pekat. Endapan karat pada dasar gelas juga bertambah tebal. Paku terlihat semakin keropos.
G. C
Karat pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam semakin bertambah banyak dari hari sebelumnya. Air terlihat semakin pekat. Warna air semakin coklat dan tampak kotor. Endapan pada dasar gelas semakin bertambah banyak dan tebal. Paku semakin keropos.
G. D
Warna paku terlihat semakin hitam dari hari sebelumnya. Tak ada karat.
G. E
Karat pada paku semakin banyak dan membentuk lapisan yang agak tebal pada beberapa bagian paku
G. F
Karat semakin bertambah banyak pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Warna air semakin coklat dan kotor. Endapan  karat semakin banyak. Paku terlihat semakin keropos.
G. G
Perkaratan terjadi pada seluruh bagian paku, baik yang teendam maupun yang tidak terendam. Air semakin coklat, pekat dan tampak kotor. Endapan semakin banyak. Paku keropos.
G. H
Warna paku semakin hitam dan tak ada karat.
HARI KE-9

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat semakin bertambah banyak dan membentuk lebih banyak lapisan yang cukup tebal pada sebagian permukaan paku
G. B
Karat terus bertambah banyak. Warna air semakin coklat, pekat dan tampak kotor. Volume air mulai jelas berkurang karena mengalami penguapan. Endapan karat di dasar gelas terlihat semakin banyak. Paku terlihat semakin keropos.
G. C
Perkaratan terus terjadi pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin berwarna coklat, pekat, dan kotor. Volume air juga mulai jelas terlihat berkurang karena terjadi penguapan. Endapan di dasar gelas juga semakin bertambah banyak. Paku nampak sangat keropos.
G. D
Paku semakin menghitam. Tak ada karat, tetapi air cuka mulai tampak sedikit kekuningan.
G. E
Karat semakin bertambah banyak pada hampir seluruh permukaan paku, dan pada beberapa bagian membentuk lapisan yang cukup tebal.
G. F
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin mencoklat. Volume air jelas terlihat berkurang. Paku semakin keropos. Endapan pada dasar gelas semakin banyak, air semakin pekat dan terlihat semakin kotor.
G. G
Perkaratan terus terjadi dan karat terus bertambah banyak. Paku terlihat semakin keropos terutama bagian yang terendam. Warna air semakin coklat, air juga semakin pekat dan kotor.  Endapa pada dasar gelas juga semakin bertambah
G. H
Paku semakin hitam. Tidak ada karat. Air cuka berwarna kekuningan.



HARI KE-10

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat semakin banyak dan menutupi hampir seluruh permukaan paku, membentuk lapisan tipis maupun lapisan yang agak tebal.
G. B
Karat terus bertambah banyak. Warna air semakin coklat, pekat dan tampak kotor. Volume air semakin jelas berkurang. Endapan karat di dasar gelas terlihat semakin banyak. Paku terlihat semakin keropos.
G. C
Perkaratan terus terjadi pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin berwarna coklat, pekat, dan kotor. Volume semakin jelas terlihat berkurang karena penguapan. Endapan di dasar gelas juga semakin bertambah banyak. Paku nampak sangat keropos.
G. D
Paku semakin hitam, tetapi warna cuka menjadi lebih kuning dibanding hari sebelumnya.
G. E
Karat semakin banyak pada hampir seluruh permukaan paku.
G. F
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin mencoklat. Volume air jelas terlihat berkurang. Paku semakin keropos. Endapan pada dasar gelas semakin banyak, air semakin pekat dan terlihat semakin kotor.
G. G
Perkaratan terus terjadi dan karat terus bertambah banyak. Paku terlihat semakin keropos terutama bagian yang terendam. Warna air semakin coklat, air juga semakin pekat dan kotor.  Endapan pada dasar gelas juga semakin bertambah dan membentuk lapisan tebal.
G. H
Paku semakin menghitam, dan air cuka bertambah kuning.
HARI KE-11

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat semakin banyak dan menutupi hampir seluruh permukaan paku, membentuk lapisan tipis maupun lapisan yang cukup tebal pada beberapa bagian.
G. B
Karat terus bertambah banyak. Warna air semakin coklat, pekat dan tampak kotor. Volume air semakin berkurang dan volumenya hanya setengah dari volume awal. Endapan karat di dasar gelas terlihat semakin banyak. Paku terlihat semakin keropos.
G. C
Perkaratan terus terjadi pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin berwarna coklat, pekat, dan kotor. Volume air terus berkurang dan hanya tinggal setengah volume awal. Endapan di dasar gelas juga semakin bertambah banyak. Paku nampak sangat keropos.
G. D
Paku terlihat semakin hitam dan air cuka terlihat semakin kuning. Volume air cuka tinggal ¼ volume.
G. E
Karat semakin banyak bahkan hampir menutupi seluruh permukaan paku
G. F
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin mencoklat. Volume air jelas terlihat berkurang. Paku semakin keropos. Endapan seperti tanah pada dasar gelas semakin banyak, air semakin pekat dan terlihat semakin kotor .
G. G
Perkaratan terus terjadi dan karat terus bertambah banyak. Paku terlihat semakin keropos terutama bagian yang terendam. Warna air semakin coklat, air juga semakin pekat dan kotor.  Endapan pada dasar gelas juga semakin bertambah dan membentuk lapisan tebal.
G. H
Paku semakin menghitam dan air cuka berwarna semakin kuning. Volume air sangat berkurang hinggi tersisa ¼ dari volume awal.



HARI KE-12

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat semakin bertambah, hampir meliputi seluruh permukaan paku dan lapisan tipisnya juga sudah mulai mengalami penebalan.
G. B
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin coklat menyerupai tanah, air terlihat sangat pekat, dan terlihat sangat kotor. Endapan menyerupai tanah pun juga semakin banyak pada dasar gelas. Paku terlihat semakin keropos bahkan paku sangat jelas terlihat mengecil disbanding ukuran awalnya. Volume air terus mengalami pengurangan.
G. C
Perkaratan terus terjadi pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin berwarna coklat seperti tanah, sangat pekat, dan kotor. Volume air terus berkurang dan hanya tinggal setengah volume awal. Endapan di dasar gelas juga semakin bertambah banyak. Paku nampak sangat keropos dan mengecil.
G. D
Paku terlihat semakin hitam dan warna air cuka terlihat semakin kuning. Volume air cuka terus mengalami pengurangan sehingga ada sebagian paku yang tidak tenggelam lagi, bagian yang tidak tenggelam ini langsung mengalami perkaratan dengan sangat cepat.
G. E
Karat menutupi seluruh permukaan paku, tetapi kebanyakan masih berupa lapisan tipis, hanya pada permukaan tertentu saja karat menebal.
G. F
Karat terus mengalami pertambahan sementara volume air da volume paku terus mengalami pengurangan. Air semakin pekat dan menyerupai air tanah dan sangat kotor. Endapan pada dasa juga semakin banyak.
G. G
Perkaratan juga terus mengalami penambahan. Air semakin pekat, bertambah coklat menyerupai air tanah dan terbentuk endapan seperti tanah pada dasar gelas. Volume paku mengalami pengurangan sehingga paku terlihat lebih kecil terutama pada bagian yang terendam.
G. H
Paku semakin hitam, dan air terus bertambah kuning. Volume air mengalami pengurangan karena menguap mngakibatkan sebagian batang paku tdak terendam lagi, tak lama setelah itu, bagian yang muncul ke permukaan tersebut langsung mengalami perkaratan dengan sangat cepat.
HARI KE-13

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat semakin bertambah, lapisan tipisnya juga sudah mengalami penebalan dan merata hampir ke seluruh permukaan paku.
G. B
Karat semakin bertambah banyak. Warna air semakin coklat menyerupai tanah, air terlihat sangat pekat, dan terlihat sangat kotor. Endapan menyerupai tanah pun juga semakin banyak pada dasar gelas. Paku terlihat semakin keropos bahkan paku sangat jelas terlihat mengecil disbanding ukuran awalnya. Volume air terus mengalami pengurangan.
G. C
Perkaratan terus terjadi pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin berwarna coklat seperti tanah, sangat pekat, dan kotor. Volume air terus berkurang dan hanya tinggal setengah volume awal. Endapan di dasar gelas juga semakin bertambah banyak. Paku nampak sangat keropos dan mengecil.
G. D
Bagian paku yang muncul ke permukaan mengalami perkaratan yang sangat cepat. Karat yang muncul berlapis lapis dan sangat tebal. Karat tersebut mulai menjalar ke bagian yang masih terendam dalam larutan cuka dan menyebabkan warna larutan tersebut hampir serupa dengan tanah.
G. E
Karat menutupi seluruh permukaan paku, tetapi kebanyakan masih berupa lapisan tipis, hanya pada permukaan tertentu saja karat menebal.
G. F
Karat terus mengalami pertambahan sementara volume air da volume paku terus mengalami pengurangan. Air semakin pekat dan menyerupai air tanah dan sangat kotor. Endapan pada dasa juga semakin banyak.
G. G
Perkaratan juga terus mengalami penambahan. Air semakin pekat, bertambah coklat menyerupai air tanah dan terbentuk endapan seperti tanah pada dasar gelas. Volume paku mengalami pengurangan sehingga paku terlihat lebih kecil terutama pada bagian yang terendam.
G. H
Bagian yang muncul kepermukaan pada gelas ini juga mengalami hal yang serupa dengan apa yang terjadi pada gelas D. Karat yang muncul secara cepat dan tiba-tiba ini justru merupakan karat yang paling tebal dan membuat paku paling cepat keropos. Karat mulai menjalar keseluruh bagian paku termasuk ke bagian yang masih terendam. Akibatnya larutan cuka itu pun juga berubah menjadi larutan yang berwarna seperti tanah.

HARI KE-14

KEADAAN OBJEK YANG DIAMATI
G. A
Karat semakin bertambah, lapisan tipisnya juga sudah mengalami penebalan dan merata hampir ke seluruh permukaan paku. Warna paku keseluruha berubah menjadi coklat oranye.
G. B
Karat semakin bertambah banyak dan membentuk gumpalan-gumpalan padat. Warna air semakin coklat menyerupai tanah, air terlihat sangat pekat, dan terlihat sangat kotor. Endapan menyerupai tanah pun juga semakin banyak pada dasar gelas. Paku terlihat semakin keropos bahkan paku sangat jelas terlihat mengecil dibanding ukuran awalnya. Volume air terus mengalami pengurangan, bahka terlihat mulai mengering.
G. C
Perkaratan terus terjadi pada bagian yang terendam maupun yang tidak terendam. Air semakin berwarna coklat seperti tanah, sangat pekat, dan sangat kotor. Volume air terus berkurang dan hampir mengering. Endapan di dasar gelas juga semakin bertambah banyak. Paku nampak sangat keropos dan mengecil.
G. D
Karat yang sangat tebal terbetuk pada seluruh permukaan paku. Karat ini berlapis lapis sehingga membuat baku terlihat besar tetapi sangat keropos. Air cuka berubah menjadi laruta karat yang lebih mendekati larutan tanah. Karatnya jauh lebih kotor dibandingkan karat pada gelas biasa berisi air.
G. E
Karat menutupi seluruh permukaan paku, tetapi kebanyakan masih berupa lapisan tipis, hanya pada permukaan tertentu saja karat menebal.
G. F
Karat terus mengalami pertambahan sementara volume air da volume paku terus mengalami pengurangan. Air semakin pekat dan menyerupai air tanah dan sangat kotor. Endapan pada dasar gelas juga semakin banyak dan memadat.
G. G
Perkaratan juga terus mengalami penambahan. Air semakin pekat, bertambah coklat menyerupai air tanah dan terbentuk endapan seperti tanah pada dasar gelas. Volume paku mengalami pengurangan sehingga paku terlihat lebih kecil terutama pada bagian yang terendam.
G. H
Karat terus bertambah banyak dan terus menebal membentuk lapisan tebal pada seluruh permukaan paku. Karat yang terbetuk berwarna sangat tua dan paku yang mengalami perkaratan menjadi sangat keropos bahkan beberapa bagian paku sudah hancur.

B. PEMBAHASAN
Korosi merupakan proses rusaknya benda-benda, terutama logam yang disebabkan oleh reaksi kimia atau elektrokimia logam tersebut dengan lingkungannya. Contoh korosi yang paling sering terjadi adalah perkaratan besi, yaitu suatu reaksi kimia kompleks yang di dalamnya besi bergabung dengan oksigen dan air membentuk besi oksida yang terhidrasi (Fe2O3.nH2) . Proses perkaratan besi merupakan proses elektrokimia, yaitu oksidasi besi oleh oksigen yang berasal dari udara dan reduksi oksigen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi :
1.      Oksigen
Oksigen berperan dalam proses korosi karena oksigen mengalami reduksi pada bagian besi yang bertindak sebagai katode. Berdasarkan hal ini, maka semakin banyak oksigen di suatu tenmpat maka akan semakin cepat korosi besi (logam) di dalamnya terjadi.
2.      Air dan kelembaban udara
Seperti halnya oksigen, air juga berperan dalam proses korosi. Semakin sering logam (besi) terkena air, maka akan semakin cepat logam tersebut mengalami korosi. Selain itu, keberadaan uap air di udara yang dinyatakan dengan kelembaban juga mempengaruhi korosi besi. Dalam hal ini, udara yang banyak mengandung uap air (udara yang lembab) akan mempercepat korosi.

3.      Zat elektrolit
Zat-zat elektrolit, terutama asam dan garam merupakan zat yang dapat mempercepat korosi logam. Sebagai contoh, hujan asam dapat memicu proses korosi pada beberapa peralatan yang terbuat dari logam, begitu juga dengan air laut yang mengandung garam dapat memicu terjadinya korosi pada badan kapal yang terbuat dari logam.
Untuk menyelidiki lebih lanjut tentang perkaratan besi tersebut dan juga menyelidiki faktor-faktor (oksigen, air dan keelektrolitan) yang mempengaruhinya serta membuktikan kebenaran teori yang kami dapat, kami melakukan penelitian selama 14 hari dengan membuat 8 kondisi berbeda pada masing masing gelas. Pengkondisian tersebut adalah sebagai berikut :
Label gelas
Pengkondisian
A
Paku diletakkan di dalam gelas terbuka (tanpa air)
B
Paku diletakkan di dalam gelas terbuka berisi air dan paku dibiarkan tenggelam sepenuhnya.
C
Paku diletakkan di dalam gelas terbuka berisi air, tetapi posisi paku diatur sedemikian rupa sehingga paku hanya terendam sebagian.
D
Paku diletakkan dalam gelas terbuka berisi larutan cuka (CH3COO-), dan paku dibiarkan dalam keadaan tenggelam
E
Paku diletakkan dalam gelas kosong yang tertutup
F
Paku diletakkan dalam gelas tertutup berisi air dan paku dibiarkan tenggelam.
G
Paku diletakkan dalam gelas tertutup berisi air, akan tetapi posisi paku diatur sedemikian rupa sehingga paku hanya terendam sebagian.
H
Paku diletakkan dalam gelas tertutup berisi larutan cuka (CH3COO-).
Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan mengenai korosi. Kami menemukan bahwa dalam proses korosi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
a)      Keberadaan oksigen (O2)
b)      Keberadaan H2O
c)      Keelektrolitan larutan
Pengaruh factor-faktor tersebut kami simpulkan dengan mengamati tingkat keparahan karat pada masing masing gelas yang telah dikondisikan berbeda tersebut.
Pada hari 1-11 perkaratan paling parah terjadi pada paku yang direndam dalam air di gelas yang terbuka. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kombinasi antara air dan oksigen akan lebih memberikan efek yang lebih signifikan daripada keberadaan O2 saja atau H2O saja.
Dalam penelitian ini, kami menemukan sedikit ketidak sesuaian antara teori dan data yang kami peroleh.Ketidaksesuaian ini adalah tentang pengaruh asam terdapat korosi. Dalam teori disebutkan bahwa asam akan mempercepat korosi, akan tetapi pada pengamatan kami dari hari ke-1 hingga ke-11 menunjukkan bahwa paku yang direndam dalam air cuka (asam) justru tidak mengalami perkaratan sama sekali. Paku yang direndam dalam air cuka terlihat lebih bersih dari sebelum dilakukan perendaman dan terlihat semakin hitam dari hari ke hari.Hal ini jelas bertentangan dengan berbagai teori yang telah dikemukakandan hal itu sempat membuat kami berkesimpulan bahwa teori yang kami baca tentang pengaruh asam terhadap perkaratan tersebut adalah salah.

Akan tetapi pemikiran kami seketika berubah ketika volume cuka sudah mulai menyurut dan menyebabkan sebagian batang paku muncul kepermukaan (tidak lagi terendam). Paku yang muncul ke permukaan tersebut hanya dalam beberapa jam saja sudah mengalami perkaratan yang cukup parah. Perkaratan tersebut semakin bertambah parah dan bahkan membentuk suatu lapisan karat yang tebal untuk hari-hari selanjutnya hingga akhir hari penelitian (hari ke-14) dan jauh melebihi karat pada paku yang direndam di air biasa. Hal ini membuat kami mengetahui bahwa asam akan sangat mempercepat korosi apabila ia telah berinteraksi dengan O2, dan akan mencegah korosi apabila ia tidak berinteraksi dengan O2.



BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      Korosi adalah proses suatu logam mengalami reaksi oksidasi di udara bebas. Korosi juga merupakan reaksi redoks antara logam dengan zat yang ada di sekitarnya dan menghasilkan senyawa yang tidak dikehendaki. Senyawa tersebut biasanya berupa oksida logam atau logam karbonat.
2.      Faktor yang menyebabkan terjadinya korosi :
Ă¼  Oksigen
Ă¼  Air
Ă¼  Keektrolitan larutan
Ă¼  Permukaan logam
Ă¼  Sel elektrokimia
B.     SARAN
Adapun saran yang dapat kami berikan, yakni:
-     Dalam melakukan percobaan, sebaiknya kelompok tersebut memiliki kerjasama yang kompak. Jangan ada saling ketergantungan antara satu sama lain.
-     Sediakan alat dan bahan dengan lengkap.
-     Jangan lalai dengan kewajibannya untuk mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi pada gelas setiap hari
-     Ikuti petunjuk yang berlaku.
- untuk mencegah dan mengatasi korosi sebaiknya melakukan pelapisan misalnya dengan cat untuk mencegah kontak dengan O2 & H2O, menggunakan perlindungan katode dengan menggunakan logam lain yang lebih reaktif sebagai pelindung logam/ sebagai korban, menyuplai listrik dari luar dan menggunakan perlindungan anode dengan menyuplai arus anodik dari luar dengan alat potensiostat. 
http://permatasarinur.blogspot.com/2012/12/laporan-praktikum-kimia-korosi.html

Kamis, 10 Oktober 2013

Valentine Day






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoC5V0CExLIrfDgbj8Z3yfafFymJ3lAkMeDS8jsG3Fbomk0atXB3LTqLPGzO8D8DCuAF8Nqx7Ja5YPAnQhMLCXELrtwIwmOpCcKReCzMBHwOvdm41CHQZSEMUM2K8fY3x1ty1sle9oJic/s320/valentine.jpg


Mungkin selama ini kita kerap kali merayakan hari Valentine tanpa mengetahui darimana datangnya tradisi tersebut dan apa makna yang sesungguhnya. Yang kita selama ini kita tahu dari hari Valentine hanyalah hari yang penih kasih sayang dan juga hari dimana ketika orang saling bertukar Kado atau sekedar memberikan Cokelat. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa hari Valentine adalah hari yang dominan dalam mencari pasangan ataupun sekedar berkencan mesra dengan pasangan.

Oleh karena itu saya mencoba untuk menguak asal-usul sejarah Perayaan Hari Valentine, dengan harapan supaya kita semua bisa lebih cerdas dalam merayakan suatu acara. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan, tanpa mengetahui arti penting dari tradisi perayaan hari tersebut. Berikut adalah beberapa penggal riwayat atau sejarah Valentine yang mungkin dapat membantu kita dalam mengenal asal-muasal perayaan hari tersebut.

Sejarah Yang Pertama


Valentine adalah nama dari seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal sangat kejam. Ya, Valentine sangat membenci Kaisar tersebut. Claudius sangat berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Namun sayangnya keinginan ini kurang mendapat dukungan, dikarenakan pada saat itu kaum pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya, hal ini membuat Claudius marah besar. Dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Saat itu Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, maka dengan senang hati mereka akan bergabung dengan militer. Lalu disaat itu juga Claudius melarang adanya pernikahan, dengan harapan pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Namun lagi-lagi usaha keji Claudius digagalkan oleh St. Valentine, saat itu Valentine menolak untuk melaksanakan aksi gila sang Kaisar. Tanpa rasa takut Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun ritual ini dilakukan secara rahasia. Akan tetapi Claudius mencium adanya suatu pembrontakan dan sang Kaisar pun langsung memberikan peringatan keras terhadap Valentine. Namun lagi-lagi usaha sang Kaisar tidak membuahkan hasil, St. Valentine sama sekali tidak menggubris peringatan tersebut dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi oleh cahaya lilin.

Sampai pada suatu malam, Valentine tertangkap basah oleh sang Kaisar ketika dia tengah memberkati salah satu pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Saat itu Claudius benar-benar sangat murka terhadap Valentine. Lalu sang Kaisar memerintahkan salah seorang prajuritnya untuk menangkap Valentine, namun pasangan yang tengah diberkati tersebut berhasil lolos dan melarikan diri. Hingga pada akhirnya Valentine dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias benul eh betul. Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu. Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.


Sejarah Valentine Yang Kedua


Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, yang dimana dipercayai bahwa tanggal 14 Februari adalah hari dimana ketika burung sedang bermusim mencari pasangan untuk kimpoi. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Didalam ceritanya, Ia menulis sebuah kalimat "Parlement of Foules" (Percakapan Burung-Burung) yang didalamnya terkandung kalimat " For this was sent on Seynt Valentyne’s day " (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus). Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya).

Di zaman tersebut, saling bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka adalah suatu hal yang lazim bagi mereka yang saling mencintai. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London, yang kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai Santo Valentinus diciptakan pada zaman sekarang ini. Dan beberapa di antaranya bercerita bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus bertemu dengan ajalnya sebagai seorang yang martir (mati syahid), ia telah menuliskan sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu". Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.


Sejarah Valentine Yang Ketiga














Menurut Tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion. Bulan Gamelion adalah bulan yang dimana pada saat itu berlangsungnya pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Pada zaman Romawi kuno, tanggal 15 Februari adalah tanggal yang dikenal sebagai hari raya Lupercalia. Sebuah perayaan Lupercus, Dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Perayaan tersebut bertujuan sebagai ritual penyucian, yang dimana para Pendeta Lupercus akan mempersembahkan korban sembelihan kambing kepada Dewa. Setelah meminum anggur, mereka akan berlari-lari disekitar jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal Hari Valentine.


Kurang lebih seperti itulah gambaran dari sepenggal sejarah kecil mengenai asal-muasal dan makna dari tradisi tentang perayaan Hari Valentine. Semoga dari keterangan diatas, dapat membantu kita didalam mengetahui makna yang terkandung pada perayaan Hari Valentine. Sekian dari saya dan kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat



http://forum.kompas.com/teras/66347-asal-muasal-perayaan-hari-valentine.html
http://4.bp.blogspot.com

April Mop


happy-april-mop.jpg


April Mop, dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, temantetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu. bahkan

Di beberapa negara ternyata guyonan ini tidak hanya dilakukan oleh orang per orang, salah satu contohnya di Canada dimana media massa juga ikut memainkan lelucon pada hari yang oleh beberapa kalangan dianggap wajib untuk berbohong. Lelucon tersebut berhasil disebarkan oleh sebuah stasiun radio di Canada yang menyiarkan bahwa the Royal Canadian Mint mencetak koin dua dolaran yang terbuat dari emas murni. Sontak saja hal ini membuat heboh pendengar radio tersebut dan mereka berusaha mencarinya, tapi ternyata hal itu cuma lelucon belaka dan koin 2 dollar yang terbuat dari emas memang tidak pernah ada.

Peristiwa Sekitar April Mop

Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya sering meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April

Tsunami April Mop di Hilo, Hawaii.
  • Pada 1 April 1946, gempa bumi disertai tsunami membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska mengakibatkan dibuatnya sistem peringatan tsunami. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan "Tsunami April Mop", karena banyaknya orang yang mati karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.
  • AMC Gremlin yang pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 April 1970.[3]
  • Pada tahun 1979, Iran menyatakan bahwa 1 April merupakan Hari Republik. Kabar ini dianggap sebagai lelucon hingga tiga puluh tahun kemudian.[4]
  • Pada tanggal 1 April 1984, penyanyi Marvin Gaye ditembak dan dibunuh oleh ayahnya. Awalnya, orang beranggapan bahwa itu adalah berita palsu, terutama mengingat aspek aneh ayah menjadi seorang pembunuh.
  • Pada tanggal 1 April 1999 wilayah barat laut Kanada terpecah yang sekarang wilayah itu bernama Nunavut.
  • Persaingan antara Merger Square dan perusahaan saingannya, Enix, terjadi pada 1 April 2003, dan pada awalnya dianggap sebagai lelucon.
  • Leslie Cheung, penyanyi dan aktor terkenal asal Hong Kong, bunuh diri pada tahun 2003 karena depresi berat.
  • Peluncuran Gmail pada April 2004 oleh Google juga awalnya dianggap lelucon, karena Google memang terkenal sering memasang lelucon April Mop pada situs mereka.


http://www.google.com
http://id.wikipedia.org/wiki/April_Mop
http://www.infonews.web.id/2013/03/mengenal-arti-april-mop-atau-april.html
 

Rabu, 09 Oktober 2013

Jenis Hewan Qurban

Jenis hewan (Binatang) untuk Kurban (Qurban) sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Hajj ayat 34 hewan yang dapat disembelih untuk ibadah kurban adalah dari jenis Bahiimatul Al An’aam (hewan ternak). Dalam bahasa arab, yang dimaksud Bahiimatul Al An’aam hanya mencakup tiga binatang yaitu onta, sapi atau kambing.
Menurut qoul (pendapat) sebagian besar ulama, selain menggunakan onta, sapi, dan kambing, binatang lainnya yang dapat disembelih adalah domba dan kerbau. Domba (biri-biri) disamakan dengan kambing sedangkan kerbau disamakan dengan sapi.
Pengertian hewan ternak menurut para ahli fiqih (ulama) berbeda dengan pengertian binatang ternak pada umumnya. Karena itu hewan-hewan seperti ayam, angsa, kuda, ikan, maupun burung unta meskipun diternakkan tetapi tidak dapat digunakan sebagai hewan kurban. Apalagi jika menggunakan binatang liar semisal rusa, kancil, dan kijang.
  • Kambing ternak
Kambing jantan bisa digunakan kurban
Kambing jantan bisa digunakan kurban
Kambing ternak dalam bahasa latin disebut Capra aegagrus hircus merupakan subspesies kambing liar yang tersebar di Asia Barat Daya dan Eropa. Kambing telah dibudidayakan oleh manusia semenjak 8000 hingga 9000 tahun yang lalu.
Kambing ternak ini menjadi salah satu jenis hewan yang bisa disembelih dalam kurban. Seekor kambing dapat digunakan untuk berkurban oleh satu orang saja.
Klasifikasi ilmiah kambing ternak: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Bovidae; Upafamili: Caprinae; Genus: Capra; Spesies: Capra aegagrus; Upaspesies: Capra aegagrus hircus (Linnaeus, 1758)
  • Domba peliharaan
Domba atau biri-biri peliharaan yang dalam bahasa latin disebut Ovis aries diperkirakan keturunan dari moufflon liar dari Asia Tengah selatan dan barat-daya. Domba (biri-biri) termasuk diantara hewan yang pertama dipelihara manusia. Diperkirakan binatang ini mulai diternakkan sejak 11.000 tahun yang silam di Mesopotamia
Domba peliharaan ini menjadi salah satu jenis hewan yang bisa disembelih dalam kurban. Sebagaimana kambing, satu ekor domba dapat digunakan untuk kurban satu orang.
Klasifikasi ilmiah domba peliharaan: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Bovidae; Upafamili: Caprinae; Genus: Ovis; Spesies: Ovis aries (Linnaeus, 1758).
  • Sapi
Sapi
Sapi telah diternakkan sejak tahun 9500 SM
Sapi ternak yang dalam bahasa latin disebut Bos taurus merupakan keturunan dari jenis sapi liar yang dikenal sebagai “Auerochse” atau “Urochse” (Bos primigenius) di Eropa yang sudah punah sejak 1627. Sapi telah dipelihara manusia sejak jaman Neolitik atau sekitar tahun 9.500 SM di daerah Timur Tengah. Selain Bos taurus juga terdapat sapi bali yang merupakan domestikasi dari banteng (Bos javanicus).
Sapi termasuk salah satu jenis hewan yang bisa disembelih dalam kurban. Satu ekor sapi dapat digunakan untuk kurban oleh 7 orang secara bersama-sama.
Klasifikasi ilmiah sapi: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Bovidae; Upafamili: Bavinae; Genus: Bos; Spesies: Bos taurus (Linnaeus , 1758); Sinonim: Bos indicus.
  • Kerbau
Kerbau yang dalam bahasa latin disebut Bubalus bubalis asal usulnya (termasuk taksonominya) masih menjadi perdebatan. Kerbau diperkirakan telah dipelihara manusia sejak 5000 tahun yang lalu.
Kerbau dapat dijadikan sebagai binatang qurban. Seperti halnya sapi, seekor kerbau dapat digunakan untuk kurban oleh 7 orang secara bersama-sama.
Klasifikasi ilmiah kerbau: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Bovidae; Upafamili: Bavinae; Genus: Bubalus; Sepesies: Bubalus bubalis (Kerr, 1792).
  • Onta
Kurban dapat menggunakan Onta
Kurban dapat menggunakan Onta
Unta atau onta merupakan anggota genus Camelus yang terdiri atas dua spesies yaitu Unta berpunuk tunggal (Camelus dromedarius) dan unta berpunuk ganda (Camelus bactrianus). Unta dipelihara manusia (domestikasi) sejak 5.000 tahun yang lalu.
Unta menjadi salah satu binatang yang dapat digunakan sebagai hewan kurban. Seekor unta dapat digunakan kurban oleh 10 orang bersama-sama.
Klasifikasi ilmiah unta: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Camelidae; Genus: Camelus; Spesies: Camelus dromedarius dan Camelus bactrianus (Linnaeus, 1758).
Selain dengan menggunakan binatang ternak yang telah ditentukan tersebut, hewan qurban memiliki beberapa syarat lain. Syarat itu seperti keadaan hewan kurban yang tidak cacat fisik, usia hewan yang telah cukup umur (satu tahun lebih untuk domba; dua tahun lebih untuk kambing, sapi, dan kerbau; dan 5 tahun lebih untuk unta).
Nah, adakah diantara sobat yang tahun ini ikut melaksanakan kurban?. Kalau Alamendah mungkin sekedar ikut memakan daging kurban saja dulu.

http://alamendah.org/2010/11/16/jenis-hewan-binatang-untuk-kurban/

Ketentuan dan Syarat Qurban

ORANG YANG DISYARIATKAN BERQURBAN

Orang yang disyariatkan bequrban adalah orang yang mampu melaksanakan qurban. Memang ada dua pendapat tentang syariat qurban ini, pendapat pertama mewajibkan, inilah pendapat yang dianut oleh Imam Hanafi. Pendapat yang kedua menyatakan bahwa hukum berqurban adalah sunnah muakkadah. Tapi inti dari kedua pendapat ini adalah bahwa berqurban disyariatkan kepada orang yang mampu, berdasarkan hadits Rosulullah SAW Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

”Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih qurban, janganlah mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).

Adapun yang tidak mampu tidak disyariatkan berqurban, bahkan merekalah yang berhak menerima daging qurban.


WAKTU PELAKSANAAN QURBAN

Waktu pelaksanaan qurban adalah setelah dilaksanakannya shalat ‘ied berdasarkan sabda Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim :

“Barang siapa menyembelih sebelum shalat hendaklah menyembelih sekali lagi sebagai gantinya, dan siapa yang belum menyembelih hingga kami selesai shalat maka menyembelihlah dengan bismillah".

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya pekerjaan pertama yang harus kita awali pada hari kita ini adalah shalat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka ia telah melaksanakan contoh kami dengan tepat dan barangsiapa yang menyembelih qurban sebelum shalat, maka ia hanya memberikan daging biasa kepada keluarga; sedikitpun tidak bersangkut paut dengan ibadah penyembelihan qurban." (HR. Muslim).

Adapun masa diperbolehkannya melaksanakan qurban adalah selama hari-hari tasyriq, yaitu dua hari setelah hari adha, berdasarkan hadits Rosulullah dari Jubair bin Mut�im bahwa Rosul shallallahu �alaihi wa sallam bersabda :

“Pada setiap hari-hari tasyriq ada sembelihan".(Dikeluarkan Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dan Al-Baihaqi).

Di dalam Al-Muwatha� dari Ibnu Umar, Rosulullah bersabda : “berqurban dua hari setelah hari Adha”.

JENIS-JENIS HEWAN QURBAN

Hewan yang disyaratkan dalam pelaksanaan ibadah qurban tidak semua jenis hewan, tapi hanya hewan ternak yang terdiri dari kambing dan yang sejenis, sapi dan yang sejenis, dan unta.

JUMLAH HEWAN YANG DIQURBANKAN

Tidak ada keterangan yang menyatakan adanya ketentuan dalam jumlah hewan qurban, sehingga jumlah hewan qurban tidak ada pembatasan dan penyembelihan hewan qurban disesuaikan dengan kemampuan.

KETENTUTAN JUMLAH ORANG DALAM BERQURBAN

Islam telah menentukan ketetapan jumlah orang dalam berqurban sebagaimana yang dijelaskan dalam sabda Rosulullah SAW. Untuk kambing hanya diperbolehkan satu orang saja yang menjadi pequrban dan tidak boleh berpatungan dengan yang lainnya. Sedangkan sapi dan sejenisnya serta unta diperbolehkan berpatungan dengan jumlah tujuh orang. Hal ini berdasarkan hadits Rosulullah SAW :

“Kami menyembelih hewan pada saat Hudaibiyah bersama Rasulullah SAW. Satu ekor badanah (unta) untuk tujuh orang dan satu ekor sapi untuk tujuh orang”.(HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmizy)

Dalam hadits lain disebutkan :"Seseorang laki-laki menjumpai Rasulullah saw. dan berkata, "Saya harus menyembelih Badanah (Sapi/Unta) dan saya memang seorang yang mampu, tetapi saya tidak mendapatkan Badanah itu untuk dibeli dan disembelih," Rasulullah saw. kemudian menyuruh laki-laki itu membeli 7 ekor kambing untuk disembelihnya (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Abbas).

Demikian juga dalam riwayat Muttafaq �alaih dari Jabir, ia berkata : "Aku disuruh Rasulullah saw. bersekutu dalam seekor unta dan sapi untuk tujuh orang satu ekor badanah (sapi/unta)" (HR. Ahmad Bukhari dan Muslim), dan masih banyak riwayat lainnya yang menjelaskan masalah ini.

Hadits-hadits tersebut menerangkan bahwa hewan jenis sapi dan sejenisnya serta unta diperbolehkan berpatungan dengan jumlah tujuh orang. Sedangkan hewan jenis kambing tidak ada keterangan yang menyatakan boleh lebih dari satu orang. Karena itu para fuqaha sepakat bahwa kambing dan yang sejenisnya tidak boleh disembelih atas nama lebih dari satu orang. Kalau pun dibolehkan berqurban kambing dengan peserta lebih dari dari satu orang, maka harus merupakan keluarganya.

Misalnya Al-Hanabilah dan Asy-Syafi�iyah yang membolehkan seseorang berqurban seekor kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya. Hal ini karena Rasulullah SAW memang pernah menyembelih seekor kambing qurban untuk dirinya dan untuk keluarganya

Hal ini juga disepakati oleh Imam Malik, bahkan beliau membolehkan bila anggota keluarganya itu lebih dari tujuh orang. Namun ada beberapa syarat :

1. pesertanya adalah keluarga
2. diberi nafkah olehnya dan
3. tinggal bersamanya.

Dalil dari pendapat tersebut adalah sebuah hadits yang menyatakan bahwa Atha bin Yasar berkata : "Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari, bagaimana sifat sembelihan di masa Rasulullah, beliau menjawab: jika seseorang berqurban seekor kambing, maka untuk dia dan keluarganya. Kemudian mereka makan dan memberi makan dari qurban tersebut." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Malik, Al-Baihaqi dan sanadnya hasan, lihat Ahkamul Iedain hal. 76).

KETENTUAN PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN

Ada beberapa ketentuan dalam penyembelihan hewan qurban :

1. Niat berqurban karena Allah semata
Hal yang terpenting dalam proses ibadah qurban adalah niat. Niat adalah sesuatu yang asasi dalam ibadah qurban dan ibadah-ibadah lainnya. Dengan niat ibadah seseorang diterima, dan dengan niat pula ibadah seseorang ditolak oleh Allah SWT. Bila niat kita berqurban dalam rangka taat kepada Allah dan menjalankan perintahnya, maka insya Allah ibadah qurban kita diterima disisi Nya. Sebaliknya jika niat kita berqurban dalam rangka yang lainnya, misalnya karena ingin dipuji, atau malu kalau tidak melaksanakan ibadah qurban, atau qurban yang dipersembahkan untuk selain Allah, maka qurban-qurban tersebut tidak ada manfaatnya dan tidak diterima disisi Allah.

2. Ketika menyembelih mengucapkan asma Allah
"Dari Anas bin Malik, ia berkata: Bahwasanya Nabi saw menyembelih dua ekor kibasnya yang bagus dan bertanduk. Beliau mengucapkan basmallah dan takbir dan meletakkan kakinya di samping lehernya."
(HR. Bukhari, Muslim dan lainnya).

Berkata Rafi bin Khadij, ya Rasulullah bahwa kami besok akan berhadapan dengan musuh dan kami tidak mempunyai pisau (buat menyembelih). Maka Nabi saw. bersabda, "Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebut dengan nama Allah padanya maka kamu makanlah (HR. Jama’ah)

3. Menyembelih dengan pisau yang tajam
Telah berkata Ibnu Umar, bahwa Rasulullah saw. memerintahkan supaya pisau itu ditajamkan dan supaya tidak ditampakkan kepada binatang-binatang dan beliau bersabda, "Apabila seorang daripada kamu menyembelih maka hendaklah ia percepat kematiannya" (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

4. Disembelih tepat dikerongkongan/ leher
Telah berkata Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw pernah mengutus Budail bin Warqa Al-Khuza’i dengan naik unta yang kehijau-hijauan supaya berteriak di jalan-jalan Muna (dengan berkata) : “ketahuilah bahwa sembelihan itu tepatnya di kerongkongan/lehernya”. (H.R. Daruquthni).

5. Disembelih oleh muslim
Ibadah qurban adalah ibadah yang diperintahkan dan disyariahkan oleh Allah kepada kaum muslimin dan tidak dibebankan kepada selain mereka, karena perintah ini berhubungan dengan masalah keyakinan dan kepercayaan. Karena umat Islam dalam menjalankan perintah ini didasari oleh ketaatan kepada perintah Allah. Dan dasar dari ketaatan ini adalah keyakinan dan kepercayaan kepada sesuatu yang dipercayai dan diyakininya, dalam hal ini adalah Allah SWT. Jadi bagaimana mungkin orang yang tidak meyakini dan mempercayai Allah melaksanakan apa yang diperintahkan Allah?

Begitupun dengan penyembelihan harus dilaksanakan oleh orang Islam karena ibadah qurban adalah ibadahnya kaum muslimin dan semua proses ibadah dari awal sampai akhir harus dilakukan oleh kaum muslimin. Disamping itu, penyembelihan juga terkait dengan penyebutan asma Allah yang disebutkan oleh penyembelih, jika yang melakukan penyembelihan bukan orang Islam yang notabene mereka tidak mempercayai Allah, asma Allah mana yang mereka sebutkan, sedangkan mereka sendiri tidak mempercayai Allah?. Untuk itu, penyembelihan hanya dapat dilakukan oleh kaum muslimin, Karena masalah ini terkait dengan dua hal yang telah disebutkan diatas, yaitu kepercayaan dan penyebutkan asma Allah.

6. Tunggu ternak tersebut sampai mati sempurna
Jika hewan qurban telah disembelih, maka biarkanlah hewan tersebut sampai mati dan jangan dikuliti atau dipotong anggota tubuhnya sebelum benar-benar mati. Karena jika hal ini dilakukan akan menyiksa hewan tersebut, dan ini adalah hal yang dilarang.

7. terputus urat leher, yaitu Hulqum (jalan napas), Mari� (jalan makanan), Wadajain (dua urat nadi dan syaraf).

Telah berkata Ibnu Abbas dan Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. telah melarang syarithatusy-syaitan yaitu (sembelihan) yang disembelih hanya putus kulitnya dan tidak putus urat lehernya (H.R. A. Dawud)

KETENTUAN-KETENTUAN LAIN
Bagi yang Memiliki Qurban, jangan Memotong Rambut dan Kukunya setelah Masuknya 10 Dzul Hijjah hingga Dia Berqurban

"Dari Ummu Salamah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Apabila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian hendak menyembelih, maka hendaknya dia menahan (yakni tidak memotong, pent) rambut dan kukunya."(HR. Muslim).

Imam Nawawi berkata: "Maksud larangan tersebut adalah dilarang memotong kuku dengan gunting dan semacamnya, memotong rambut; baik gundul, memendekkan rambut,mencabutnya, membakarnya atau selain itu. Dan termasuk dalam hal ini, memotong bulu ketiak, kumis, kemaluan dan bulu lainnya yang ada di badan (Syarah Muslim 13/138)."

ORANG YANG MELAKUKAN PENYEMBELIHAN TIDAK BOLEH DIBERI UPAH DARI HEWAN QURBAN

Apabila penyembelihan dilakukan oleh orang lain atau tukang potong dan perlu diberi upah, maka upah itu tidak boleh diambil dari hewan qurban tersebut, misalnya upah tukang potong adalah kepala kambing atau kulit kambing dan sebagainya. Jika penyembelih atau pemotong hewan tersebut termasuk orang yang berhak menerima daging qurban, itu adalah hal lain. Jika orang itu berhak menerima daging qurban, apakah ia sebagai penyembelih atau bukan, ia tetap berhak mendapatkannya. Ia mendapatkan daging qurban itu bukan sebagai penyembelih, tetapi sebagai orang yang berhak. Dalam suatu hadits dinyatakan :

"Saya diperintah oleh Rasulullah saw untuk menyembelih unta-untanya, membagi-bagikan kulit dan dagingnya dan saya diperintahkan agar tidak memberikan sesuatupun daripadanya kepada tukang potong." (HR, Jamaah).

Dalam hadits lainnya dari Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata :
"Rasulullah saw memerintahkan aku untuk menyembelih hewan qurbannya dan membagi-bagi dagingnya, kulitnya, dan alat-alat untuk melindungi tubuhnya, dan tidak memberi tukang potong sedikitpun dari qurban tersebut." (HR. Bukhari Muslim).

Begitupun daging sembelihan, kulit, bulu dan yang bermanfaat dari qurban tersebut tidak boleh diperjualbelikan menurut pendapat jumhur ulama.

BERSEDEKAH DARI HEWAN QURBAN, MEMAKAN DAN MENYIMPAN DAGINGNYA

Orang yang berqurban boleh memakan sebagian daging qurbannya, hal ini dinyatakan dalam firman Allah SWT :

"Supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah SWT pada hari yang ditentukan (Hari Adlha dan Tasyrik) atas rizki yang Allah SWT telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir." (QS. Al-Hajj : 28).

Bagi yang menyembelih disunnahkan makan daging qurbannya, menghadiahkan kepada karib kerabatnya, bershadaqah pada fakir miskin, dan menyimpannya untuk perbekalan atau simpanan. Rosulullah saw bersabda :

"Makanlah, simpanlah untuk perbekalan dan bershadaqahlah."(HR.Bukhari Muslim).

Syarat-syarat :
1. Cukup Umur
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwasannya Rasulullah saw bersabda., "Jangan kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang �mussinah� (telah berganti gigi) kecuali jika sukar didapat, maka boleh berumur satu tahun (yang masuk kedua tahun) dari kambing/domba” (HR. Muslim)

Hadits lain dari Jabir, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, akan tetapi jika kalian merasa berat hendaklah menyembelih Al-Jadz’ah" (HR. Muslim dan Abu Daud).

Syaikh Al-Albani menerangkan :
- Musinnah yaitu jenis unta, sapi dan kambing atau kibas. Umur kambing adalah ketika masuk tahun ketiga, sedangkan unta, masuk tahun keenam.
- Al-jazaah yaitu kambing atau kibas yang berumur setahun pas menurut pendapat jumhur ulama (Silsilah Ad-Dlaifah 1/160).

Salah satu hikmah dan manfaat disyariatkannya hewan qurban yang cukup umur adalah bahwa hewan qurban yang cukup umur akan menghasilkan daging yang berprotein tinggi dengan kadar asam amino yang lengkap, mudah dicerna, begitu pula teksturnya empuk.sedangkan ternak yang belum cukup umur akan menghasilkan daging yang lembek begitu pula yang telah tua sekali akan menghasilkan daging yang alot, sulit dicerna serta tidak berlemak yang menyebabkan rasa daging tidak lezat.

2. Sehat, tidak sakit, hilang atau cacat sebagian tubuhnya
Binatang yang akan disembelih untuk ibadah qurban adalah binatang yang sehat, dan tidak boleh binatang yang sakit, cacat, atau hilang sebagian tubuhnya, seperti kambing yang kurus, lemah, tidak berlemak, buta sebelah matanya, pincang, terpotong telinganya atau bagian tubuh lainnya.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits : "Tidak bisa dilaksanakan qurban binatang yang pincang, yang nampak sekali pincangnya, yang buta sebelah matanya dan nampak sekali butanya, yang sakit dan nampak sekali sakitnya dan binatang yang kurus yang tidak berdaging." (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan disahihkan oleh Tirmidzi dari Bara bin Azib bahwasannya Rosulullah saw bersabda.: “Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban yaitu, yang rusak matanya, yang sakit, yang pincang, yang kurus dan tidak berlemak lagi."

Juga riwayat Ahmad, An-Nasai, Abu Daud At-Tirmidzi dan Ibn Majah dari Ali ra yang menyatakan, "Rasulullah saw mencegah kita berqurban dengan hewan yang tercabut tanduknya, terputus sebagian kupingnya"

Dari ketentuan-ketentuan diatas, bila dikaji, hewan qurban yang sehat akan menghasilkan daging yang bebas dari penyakit yang membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsi daging tersebut karena banyak di antara penyakit hewan yang bersifat zoonosis artinya penyakit yang berasal dari hewan yang hasilnya secara langsung ataupun tidak langsung dapat menular kepada manusia. Jenis-jenis penyakit tersebut seperti mad cow atau sapi gila, anthrax, dan juga flu burung yang pada saat ini sedang mewabah dan sudah banyak korban.



http://wongkajangan.abatasa.co.id/post/detail/7990/ketentuan--dan-syarat-qurban.html

Tata Cara dan Hukum Melakukan Qurban di Hari Raya Idul Adha

Setiap datang bulan Dzulhijjah umat Islam disunahkan untuk melaksanakan qurban, yaitu melakukan penyembelihan hewan qurban baik kambing, sapi, unta dan lain-lain. Penyembelihan hewan qurban berbeda dengan penyembelihan pada umumnya, ada aturan tertentu yang harus diikuti sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya :  
“Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih” (HR. Tirmidzi)
Selain melaksanakan penyembelihan hewan qurban, umat Islam juga dianjurkan untuk bergembira untuk menyambut hari raya qurban ini.  
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu:“Di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam baru hijrah ke Madinah, warga Madinah memiliki dua hari raya yang biasanya di hari itu mereka bersenang-senang. Rasulullah bertanya: ‘Perayaan apakah yang dirayakan dalam dua hari ini?’. Warga madinah menjawab: ‘Pada dua hari raya ini, dahulu di masa Jahiliyyah kami biasa merayakannya dengan bersenang-senang’. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Idul Adha dan ‘Idul Fithri’ ” (HR. Abu Daud)
Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dilaksanakan setelah umat Islam selesai menunaikan sholat Idul Adha. Sehingga bagi seorang muslim yang tidak memiliki uzur dan halangan hendaknya bersemangat untuk menjalankan sholat Ied ini. Saking utamanya pelaksanaan sholat Ied ini Rasulullah SAW memerintahkan wanita-wanita yang sedang haid serta wanita yang sedang dipingit untuk hadir di lapangan meski mereka tidak ikut melaksanakan shalat Id.
Sebagaimana hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhiallahu’anha : “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan wanita yang dipingit (juga wanita yang haid) pada hari Ied, untuk menyaksikan kebaikan dan seruan kaum muslimin. Kemudian seorang wanita berkata: ‘Wahai Rasulullah jika diantara kami ada yang tidak memiliki pakaian, lalu bagaimana?’. Rasulullah bersabda: ‘Hendaknya temannya memakaikan sebagian pakaiannya‘” (HR. Abu Daud)
Ibadah qurban adalah ibadah yang agung dan langsung diperintahkan oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Al QurĂ¡n : “Shalatlah kepada Rabb-mu dan berqurbanlah” (QS. Al Kautsar: 2)
Oleh karena itu sebagian ulama berbeda pendapat mengenai hukum melaksanakan qurban ini, sebagian menyatakan wajib bagi yang mampu, dan sebagian lagi menyatakan sunnah muakkad. Maka bagi orang yang mampu selayaknya berqurban dan tidak melalaikannya. Adapun dalil yang menguatkan betapa berqurban ini sangat dianjurkan adalah sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Barangsiapa memiliki kelapangan, namun ia tidak berqurban, maka janganlah datangi mushalla kami” (HR. Ahmad)
Hewan yang disembelih dalam pelaksanaan ibadah qurban juga bukan hewan sembarangan, ada syarat dan ketentuannya. Adapun hewan yang bisa digunakan untuk berqurban adalah yang tergolong dalam bahimatul an’am yaitu : unta, sapi, kambing, dan domba. 
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an : “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap bahimatul an’am yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS. Al Hajj: 34)
Bila diurutkan hewan qurban yang dianjurkan maka urutannya adalah unta, sapi, kambing dan domba karena lebih berharga dan lebih banyak dagingnya untuk dibagikan sehingga memberikan manfaat yang lebih banyak. Untuk seekor unta bisa patungan 10 orang dan sapi untuk 7 orang sebagaimana Hadits riwayat Tirmidzi : “Kami pernah bersafar bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, kemudian tiba hari Idul Adha. Maka kami patungan bertujuh untuk sapi, dan bersepuluh untuk unta” (HR. Tirmidzi)
Sedangkan untuk kambing atau domba hanya untuk 1 orang, namun fahalanya meliputi dirinya dan keluarganya, sebagaimana hadits Atha bin Yasar : “Bagaimana para sahabat berqurban di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam? Abu Ayyub Al Anshari menjawab: ‘Ada yang pernah menyembelih seekor domba untuk dirinya dan keluarganya. Mereka akan makan sebagiannya dan menyedekahkan sebagiannya. Sehingga jadilah seperti yang engkau lihat’” (HR. Tirmidzi)
Selain jenis hewan qurban sebagaimana disebutkan di atas yaitu terdiri dari unta, sapi, kambing dan domba maka hewanpun harus yang sehat, tidak berpenyakit sebagaimana disebutkan dalam hadits yang artinya : “Empat hal yang tidak boleh ada pada hewan qurban : dipastikan ia sakit buta, dipastikan ia sakit, dipastikan ia pincang, atau ia kurus sekali” (HR. Ahmad)
Waktu pelaksanaan penyembelihan hewan qurban adalah selama 4 hari dimulai setelah sholat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan tanggal 13 Dzulhijjah. Apabila ada yang melaksanakan penyembelihan diluar waktu tersebut maka bukan dianggap menyembelih hewan qurban tapi hanya sebagai shodaqoh biasa. Hal ini sesuai dengan hadits :  “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat Idul Adha, maka itu tidak dianggap nusuk (qurban). Itu hanya sekedar daging biasa untuk dimakan keluarganya” (HR. Bukhari -Muslim)
Dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut yang merupakan syarat pelaksanaannya :
  • Wajib membaca basmalah, disunnahkan bertakbir. 
Dalilnya :  “Jangan kalian makan sembelihan yang tidak disebut nama Allah atasnya, karena itu adalah kefasikan” (QS. Al An’am: 121) 
  • Meletakkan kaki pada leher hewan sembelihan. 
Dalilnya :  “Nabi Shallallahu’alahi Wasallam berqurban dengan dua kambing kibasy berwarna putih lagi panjang tanduknya. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kaki beliau diatas leher keduanya” (HR. Bukhari - Muslim)
  • Gunakan pisau tajam agar cepat putus sehingga hewan qurban tidak terlalu lama merasakan sakit, tenangkan hewan sebelum di sembelih. 
Dalilnya : “Jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya kalian menajamkan pisau dan hendaknya ia menenangkan hewan sembelihannya” (HR. Muslim)
Adapun yang disunatkan dalam pelaksanakan penyembelihan hewan qurban adalah :
  • Penyembelihan dilakukan dilapangan.
  • Pelaksana qurban dianjurkan menyembelih dengan tangan sendiri atau boleh diwakilkan kepada orang lain namun menyaksikan penyembelihannya
  • Pelaksana qurban dianjurkan memakan daging sembelihannya dan menyedekahkan sebagian yang lain.
Demikianlah informasi mengenai Tata Cara dan Hukum Kurban (Qurban) Hari Raya Idul Adha 
http://www.infonews.web.id/2013/09/tata-cara-dan-hukum-melaksanakan-qurban.html

Kamis, 03 Oktober 2013

SAHABAT SEJATI MENURUT PERSPEKTIF ISLAM

Apa sih sahabat sejati itu ??


SAHABAT SEJATI
“Sebaik baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R al-Hakim) 
‘Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’
ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.
Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:
“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan(dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui, lagi maha mendalam pengetahuanNya.’
DALAM Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personality individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.
Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: “ Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya” (H.R Abu Daud). Bak kata pepatah Arab, “ Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita.”
Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik? Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:
  • Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
  • Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
  • Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
  • Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
  • Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
  • Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
  • Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
  • Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menayakan kesusahan kamu;
  • Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
  • Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
  • Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
  • Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.
  • Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat
  • Dia mendorongmu mencapai kejayaan didunia dan akhirat.
Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.
Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:
sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.
sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.
sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.
sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka pesta , suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan.
Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Apa pun berkawanlah kerana Allah untuk mencari redha-NYA.
 
http://mimpilalu.blogspot.com/2012/03/sahabat-sejati-menurut-perspektif-islam.html